Rabu, 14 September 2016

Ustadz Erick Yusuf berbagi kebahagiaan bersama Masyarakat Lebak Banten

Guna berbagi terhadap sesama, Lembaga Ziswaf, Dompet iHAQi Peduli adakan kegiatan penyembelihan hewan kurban, satu ekor sapi dan seekor kambing. Bertempat di Kampung Teras, Desa Sindangsari, Kabupaten Lebak-Banten, pelaksanaan Qurban Idul Adha 1437 H, Selasa (13/9) berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna.
Sebelum proses penyembelihan qurban, Ustadz Erick Yusuf, Masaji Wijayanto beserta rombongan panitia Qurban Raya iHAQi yang menyempatkan untuk bersilaturahim datang di tengah-tengah warga Sindangari sempat terkejut dengan proses penyambutan tamu khas budaya lokal Sindangsari yang luar biasa meriah. Penyambutan dengan qasidah dan tabuhan rebana dari ibu-ibu setempat, menuju sebuah lapangan kecil lengkap dengan panggung dan tenda.
 “Saat ini baru satu ekor sapi dan satu ekor kambing yang dapat kami kurbankan. Mudah-mudahan pada Idul Adha Tahun depan, sapi yang akan dikurbankan akan bertambah,” ucap Ustadz Erick Yusuf pimpinan Yayasan iHAQi tersebut. Lebih lanjut Kang Erick menjelaskan bahwa berkurban sendiri, memiliki esensi dan makna yang sangat penting bagi umat muslim. Pasalnya, berkurban dapat meningkatkan jalinan silaturahim dan berbagi kebahagiaan terhadap sesama musim pada Hari Raya Idul Adha ini.
Busro, Kepala Desa Sindangsari mewakili warganya mengucap syukur yang terhingga. Ia berkata, akhirnya doa dan harapan warga Kampung Teras Desa Sindangsari berhasil dikabulkan di Idul Adha tahun ini. “Alhamdulillah semua warga bisa merasakan nikmatnya daging Qurban. Padahal sebelumnya, satu ekor kambing qurban pun dibagi merata ke ratusan rumah warga. Nikmatnya daging memang menjadi hal yang langka bagi warga di sini, ucapan syukur yang terus mengalir karena tahun ini Dompet Peduli iHAQi bisa menyempatkan berbagi bahagia di desa kami” ungkapnya.


Jumat, 03 Juni 2016

ASYIKNYA 'MONDOK' DI PESANTREN MODERN




Banyak cara yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan. Di Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Pesantren Kreatif iHAQi mengajak puluhan anak-anak di Sekitar Bandung dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat yang digelar di alam terbuka. 

Kegiatan Pesantren ini berlangsung di Bulan Ramadhan ini. Ramadhan merupakan bulan keberkahan, apalagi diisi dengan kegiatan-kegiatan positif. Termasuk mengikuti kegiatan ‘mondok’ di pesantren dan menjadi santri. Tidak mudah untuk menjadi santri banyak tantangan yang harus dilaksanakan dan diatasi sendiri tanpa bantuan orang tua dan orang terdekat lainnya. Tantangan? Memangnya tantangan apa saja sih yang harus diatasi oleh seorang santri?

Banyak tantangan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh remaja yang telah menjadi santri. Misalnya seperti Mematuhi kedisiplinan dan peraturan yang telah dibuat oleh Pesantren, kedisplinan merupakan suatu aturan yang dibuat oleh suatu lembaga pendidikan yang berlaku untuk seluruh warga pesantren khususnya santri.

Banyak kegiatan yang lebih bermanfaat dibandingkan harus berlama-lama didepan elektronik kesayangan, dengan menjadi santri remaja mempunyai banyak keuntungan yang berlipat ganda selain diajarkan untuk mandiri tetapi juga santri diajarkan untuk bisa menentukan semua kegiatan yang baik, menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga kekhawatiran orang tua kepada anaknya

Seperti yang telah dikatakan oleh salah satu Pembina Pesantren Modern, yaitu Ustadz H. Ustadz Erick Yusuf yang merupakan Pembina Pesantren Kreatif iHAQi Bandung.  Mengatakan: “Jadilah anak shaleh yang pintar, dengan akhlak dan ilmu sukses dunia akhirat.”
Kata-kata ini merupakan suatu motivasi untuk seluruh santri yang berjuang menuntut ilmu agar menjadi anak yang shaleh nan dibekali dengan ilmu yang bermanfaat. Nah, maka dari itu Ayo Ayah dan Bunda ajak si kecil untuk ikutan Pesantren Kilat di Pesantren Kreatif iHAQi Bandung. DAFTAR SEGERAAAA!! (3/06)