Guna
berbagi terhadap sesama, Lembaga Ziswaf, Dompet iHAQi Peduli adakan kegiatan
penyembelihan hewan kurban, satu ekor sapi dan seekor kambing. Bertempat di
Kampung Teras, Desa Sindangsari, Kabupaten Lebak-Banten, pelaksanaan Qurban
Idul Adha 1437 H, Selasa (13/9) berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh
makna.
Sebelum proses penyembelihan
qurban, Ustadz Erick Yusuf, Masaji Wijayanto beserta rombongan panitia Qurban
Raya iHAQi yang menyempatkan untuk bersilaturahim datang di tengah-tengah warga
Sindangari sempat terkejut dengan proses penyambutan tamu khas budaya lokal
Sindangsari yang luar biasa meriah. Penyambutan dengan qasidah dan tabuhan
rebana dari ibu-ibu setempat, menuju sebuah lapangan kecil lengkap dengan
panggung dan tenda.
“Saat ini baru satu ekor sapi dan satu ekor
kambing yang dapat kami kurbankan. Mudah-mudahan pada Idul Adha Tahun depan,
sapi yang akan dikurbankan akan bertambah,” ucap Ustadz Erick Yusuf pimpinan
Yayasan iHAQi tersebut. Lebih lanjut Kang Erick menjelaskan bahwa berkurban
sendiri, memiliki esensi dan makna yang sangat penting bagi umat muslim.
Pasalnya, berkurban dapat meningkatkan jalinan silaturahim dan berbagi
kebahagiaan terhadap sesama musim pada Hari Raya Idul Adha ini.
Busro, Kepala Desa Sindangsari mewakili warganya mengucap syukur
yang terhingga. Ia berkata, akhirnya doa dan harapan warga Kampung Teras Desa
Sindangsari berhasil dikabulkan di Idul Adha tahun ini. “Alhamdulillah semua warga
bisa merasakan nikmatnya daging Qurban. Padahal sebelumnya, satu ekor kambing
qurban pun dibagi merata ke ratusan rumah warga. Nikmatnya daging memang
menjadi hal yang langka bagi warga di sini, ucapan syukur yang terus mengalir
karena tahun ini Dompet Peduli iHAQi bisa menyempatkan berbagi bahagia di desa
kami” ungkapnya.
Banyak cara yang dilakukan untuk mendekatkan diri
kepada Allah, dan meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan. Di Bandung, Jawa
Barat, tepatnya di Pesantren Kreatif iHAQi mengajak puluhan anak-anak di
Sekitar Bandung dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat yang
digelar di alam terbuka.
Kegiatan Pesantren ini berlangsung di Bulan Ramadhan ini. Ramadhan merupakan bulan keberkahan, apalagi
diisi dengan kegiatan-kegiatan positif. Termasuk mengikuti kegiatan ‘mondok’ di
pesantren dan menjadi santri. Tidak mudah untuk menjadi santri banyak tantangan
yang harus dilaksanakan dan diatasi sendiri tanpa bantuan orang tua dan orang
terdekat lainnya. Tantangan? Memangnya tantangan apa saja sih yang harus
diatasi oleh seorang santri?
Banyak tantangan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh remaja yang
telah menjadi santri. Misalnya seperti Mematuhi kedisiplinan dan peraturan yang
telah dibuat oleh Pesantren, kedisplinan merupakan suatu aturan yang dibuat
oleh suatu lembaga pendidikan yang berlaku untuk seluruh warga pesantren
khususnya santri.
Banyak kegiatan yang lebih bermanfaat
dibandingkan harus berlama-lama didepan elektronik kesayangan, dengan menjadi
santri remaja mempunyai banyak keuntungan yang berlipat ganda selain diajarkan
untuk mandiri tetapi juga santri diajarkan untuk bisa menentukan semua kegiatan
yang baik, menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga kekhawatiran
orang tua kepada anaknya
Seperti yang telah dikatakan oleh salah satu Pembina
Pesantren Modern, yaitu Ustadz H. Ustadz Erick Yusuf yang merupakan Pembina
Pesantren Kreatif iHAQi Bandung.Mengatakan:
“Jadilah anak shaleh yang pintar, dengan akhlak dan ilmu sukses dunia akhirat.”
Kata-kata ini merupakan suatu motivasi untuk seluruh santri yang berjuang
menuntut ilmu agar menjadi anak yang shaleh nan dibekali dengan ilmu yang
bermanfaat. Nah, maka dari itu Ayo Ayah dan Bunda ajak si kecil untuk ikutan
Pesantren Kilat di Pesantren Kreatif iHAQi Bandung. DAFTAR SEGERAAAA!! (3/06)
5 Tempat wisata religi di Bandung, sayang untuk dilewatkan. Tentu saja tujuannya agar manusia tidak hanya ingat dengan gemerlapan dunia, namun juga ingat dengan kodratnya sebagai manusia. Menuruti gemerlapan dunia akan membuat manusia lupa dan lebih banyak menuntut. Padahal di Bandung memang cukup gemerlapan dengan aneka mall yang ada.
Berada di Bandung, pengunjung dan wisatawan benar-benar dibuat berada di kondisi perkotaan yang mewah. Banyak mall, distro, rumah makan mewah, pusat jajanan mewah, hotel megah dan beragam gemerlapan yang lain. Bahkan club malam pun ada di bandung, tentunya hotel-hotel yang mempunyai fasilitas ini. Banyak orang lupa bahwa Bandung juga memiliki potensi wisata religi. Orang-orang yang melakukan serangkaian ziarah ke wali songo pun senantiasa mampir ke bandung. Tujuannya juga untuk melengkapi wisata religi mereka, dan tentunya belanja.
Tersebarnya banyak masjid dan pondok pesantren di bandung juga dapat menguatkan adanya wisata religi. Berikut adalah 5 tempat wisata religi di bandung:
1. Masjid Raya Bandung
Letaknya ada di pusat kota, tepatnya di alun-alun Bandung. Dikelilingi dengan beragam mall dan pusat perbelanjaan, masjid ini merupakan salah satu masjid tua di bandung. Bangunannya menjadi satu dengan alun-alun, sehingga tidak heran kondisinya sangat ramai dan merakyat sekali.
Kalau pada umumnya masjid seperti terpisah dengan sekitarnya maka di tempat ini benar-benar menyatu. Banyak pedagang ngemper di masjid ini. Pedagang accecories sampai mie instan dengan mudah ditemui di sini. Namun jangan salah, kegiatan keagamaan di tempat ini berlangsung secara continue. Kelebihannya adalah tidak pernah tutup, sehingga siapapun dan kapanpun ingin beribadah dapat melakukannya dengan mudah.
2. PUSDAI
Tempat ini juga berupa masjid yang dilengkapi dengan aula dan perpustakaan serta sentra kegiatan keagamaan lainnya. Letaknya ada di dekat gedung sate, sehingga mudah untuk dicari. Kondisinya rindang dan tidak ada pedagang yang berseliweran. Cocok untuk yang senang dengan ketenangan dan keasrian. Tempat ini dijadikan pusat penyebaran islam di Bandung.
3. Daarut Tauhid
Nah, kalau tempat satu ini tentu lebih banyak yang tahu. Pondok pesantren ini memang milik Kyai kondang Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal dengan Aa’ Gym. Tempatnya ada di Gegerkalong Girang. Tidak hanya pondok pesantren, di sini juga terdapat toko buku, stasiun televisi dan radio.
4. Kampung Mahmud
Kampung ini berada di pinggiran bandung, tepatnya di Kecamatan Marga Asih. Di sini terdapat makam Eyang Dalem Abdul Manaf, yang berjasa menyebarkan agama islam di wilayah Bandung.
5. SMP Kreatif iHAQi Bandung
Nah, tempat yang satu ini bisa dibilang tempat yang baru di Bandung, tepatnya tempat ini merupakan salah satu Sekolah SMP sekaligus Boarding School yang ada di kawasan Bandung Utara tepatnya dekat dengan Saung Makan Punclut Bandung. Dilihat dari namanya, SMP Kreatif iHAQi ini, merupakan salah satu sekolah yang menggagas Kreatifitas. Sekolah yang dibina langsung Oleh Ustadz Erick Yusuf ini, merupakan "salah satu tempat religi di Bandung yang sangat sayang sekali dilewatkan, karena disini selain menyajikan mutu pendidikan yang bagus, disinipun menyajikan panorama alam yang bagus dan elemen-elemen estetis yang penuh dengan kreatifitas." ujar Ustadz Erick yang dikenal dengan Dakwah Kreatifnya.
Demikian 5 tempat wisata religi di Bandung. Semoga bermanfaat dan menambah referensi kunjungan Anda di Bandung.
Pesantren Modern Di Bandung – Pesantren atau pondok pesantren, juga biasa disingkat sebagai ponpes, ialah sebuah asrama pendidikan tradisional, di mana semua siswanya bertempat tinggal bersama-sama dan belajar di bawah seorang bimbingan guru yang biasa dikenal dengan istilah Kiai ataupun Ustadz. Para siswa ataupun murid tersebut berada dalam sebuah kompleks yang juga menyediakan masjid sebagai tempat beribadah bersama, ruangan untuk tempat belajar, dan juga tempat lain sebagai lokasi kegiatan keagamaan yang ada.
Kompleks ini biasanya dikelilingi atau dibatasi oleh tembok agar para Ustadz dapat mengawasi setiap aktifitas siswa sesuai dengan peraturan yang telah diberlakukan. Ponpes merupakan 2 istilah yang menunjukkan 1 pengertian. Pesantren jika dilihat menurut pengertian dasarnya ialah tempat belajar para santri, sedangkan istilah dari pondok berarti rumah atau tempat tinggal. Kata pondok mungkin saja berasal dari Bahasa Arab Funduq yang bermakna asrama.
Namun baru-baru ini kita mengenal juga istilah pondok pesantren moderen. Apa itu pondok pesantren modern itu? Pesantren modern ialah pesantren yang selain mengajarkan ilmu agama islam (diutamakan) namun juga mengajarkan pendidikan umum/formal, namun persentase ajarannya jauh lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan tentang agama Islam daripada ilmu umum/formal.
Selain itu pondok pesantren modern pada umumnya tetap menekankan nilai-nilai akan kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan juga pengendalian diri. Yang jelas pesantren moderen ialah lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu agama islam dengan ilmu umum/formal, dan biasanya menyediakan asrama khusus bagi siswa/santrinya.
Salah satu pesantren modern yang ada didaerah Bandung ialah SMP Kreatif iHAQi Boarding School yang bertempatkan di Jl. Bukit Raya Atas No. 575 RT.02/RW.10 Punclut, Ciumbuleuit, Cidadap, Bandung. Dan SMP Kreatif iHAQi, ini termasuk salah satu daripada pesantren modern yang ada di Indonesia. Pesantren ini didirikan oleh Ustadz Erick Yusuf yang terkenal dengan Dakwah Kreatif nya.
Pendidikan di SMP Kreatif iHAQi tersendiri ialah, menyajikan mutu pendidikan yang berbasis Agamis, Universal dan Kreatif. Dan SMP Kreatif iHAQi merupakan deretan Pesantren Favorite Bandung.
Selasa, 22 September 2015
Berdoa di Hari Arafah
Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari api neraka bagi jama'ah haji yang sedang wukuf di Arafah dan bagi semua umat Islam di semua negeri
"Tiada hari yang paling banyak Allah membebaskan hambaNya dari api neraka dari hari Arafah". [Riwayat Muslim]
“Tiada hari yang paling banyak Allah membebaskan hambaNya dari api neraka dari hari Arafah.” [Riwayat Muslim]
Banyak dari kalangan para ulama yang menyimpan hajat-hajat mereka untuk mereka panjatkan kepada Allah dalam doa-doa pada hari Arafah.
Berapa banyak dosa-dosa yang diampuni dan hajat, keinginan, harapan, obsesi, cita-cita serta taubat yang dikabulkan Allah pada hari Arafah.
Pada bulan Ramadhan Allah sembunyikan Lailatul Qadar sehingga kita tidak mengetahuinya secara pasti.
Tapi, pada bulan Dzulhijjah Allah beritahukan kepastian hari Arafah.. Apakah masih kita bermalas-malasan dan tidak bersemangat ..?!
Perbanyak berdoa dan istighfar serta bertaubat pada sore hari Arafah terutama antara Ashar sampai Maghrib.
Banyak orang sholeh yang telah merasakan dan mengalaminya sendiri, mereka berkata: “Tiada satupun doa yang aku panjatkan pada hari Arafah melainkan Allah telah mengabulkannya sebelum berputar setahun”.
Al-Hafidh Ibnu Rajab [Wafat 795 H] rahimahullah dalam kitabnya Latha’iful Ma’arif hlm 482 berpendapat bahwa Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari api neraka bagi jama’ah haji yang sedang wukuf di Arafah dan bagi semua umat Islam di semua negeri.
Mari kita perbanyak berdoa untuk diri sendiri, kedua orang tua, keluarga, karib kerabat dan semua kaum muslimin, bahkan semua manusia.
Apa Anda sudah tahu olahraga apa yang disukai dan
dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW? Ternyata Rasullullah mengajarkan kita untuk
hidup sehat melalui berolahraga. Jadi olahraga itu merupakan salah satu hal
yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW. Olah raga yang dianjurkan oleh
Nabi Muhammad SAW antaralain:
Sabda Rasulullah SAW :
“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”(Riwayat Muslim)
1. Panahan/memanah
Apa manfaat olahraga memanah? Ternyata latihan memanah akan melatih emosi dan
fisik untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik beratkan
body balancing. Maka jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah
tersasar. Secara tidak langsung, ini melatih manusia tenang, konsentrasi
dan menstabilkan emosi. Individu yang tidak tenang, gopoh, pemarah, kurang
sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.
Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu
kekuatan fisik, ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi
fisik dan mental.
Di Hadist lain dijelaskan:
Bersabda Rasulullah SAW, ”Kamu harus belajar memanah karena memanah itu
termasuk sebaik-baik permainanmu.” (Riwayat Bazzar, dan Thabarani dengan sanad
yang baik)
2. Berkuda
Selain olahraga memanah, Rasulullah SAW juga suka olahraga berkuda. Berkuda
sangat baik untuk kesehatan.
Seluruh anggota tubuh atau badan dari kepala sampai kaki, dari fisik hingga
mental akan dapat manfaatnya. Bentuk lekuk badan belakang
kuda (tempat tunggangan) baik untuk merawat segala masalah tulang belakang
manusia.
Sewaktu pergerakan galloping yaitu cara kuda melompat dan berlari, menyebabkan
vetebra tulang belakang manusia bergeser antara satu sama lain dalam keadaan
harmoni, dan merangsang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut,
sedangkan pakar chiropraktik pun tidak mampu berbuat seperti gerakan natural
tulang-tulang veterbra sewaktu orang menunggang kuda.
3. Berenang
Selain panahan dan berkuda ada lagi olahraga yang disarankan oleh rasulullah SAW.
Olah raga itu adalah berenang. Sewaktu berenang, mental, fisik, semua otot dan
tulang rangka digerakkan untuk membuat satu gerakan yang berkoordinasi antara
dua anggota kaki dan dua anggota tangan, selain merangsang stamina (sistem
kardiovaskular), berenang juga memberi peluang manusia untuk menguasai air
serta menjadi berani.
Islam menganjurkan umatnya hidup sehat dan kuat sebagaimana hadis Rasulullah
s.a.w, "Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih Allah kasihi
daripada mukmin yang lemah". (riwayat Muslim)
Nah sekarang kita tahu, bahwa olah raga adalah
suatu hal yang disukai oleh Rosulullah SAW dan kita juga tahu, olah raga apa
saja yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, sebagai muslim yang
ingin dicintai Allah SWT dan Rasulullah SAW kita sebaiknya meniru dan melakukan
hal yang dianjurkan/disarankan dan dilakukan oleh Nabi kita. Karena hal itu
akan sangat bermanfaat bagi kita.Dan di
SMP Kreatif iHAQi Bandung, ada Esktrakulikuler yang dianjurkan oleh Rasullullah
ini loh, penasaran??
Hampir
semua sekolah formal di seluruh Indonesia lebih menitikberatkan pendidikan ke
dalam kurikulum akademik. Para siswa setiap hari nya diajari matematika.
Bagaimana cara mencari luas persegi panjang atau pun nilai dari trigonometri
yang dirasa cukup membingungkan bagi para siswa. Tak banyak siswa dari jenjang
SD sampai perguruan tinggi membenci pelajaran matematika karena harus
dihadapkan dengan angka- angka. Sedangkan untuk pelajaran yang dapat merangsang
kreatifitas otak para anak di kesampingkan oleh pihak sekolah. Bisa kita lihat
perbedaan nya, bahwa di sekolah lebih cenderung menuntut para siswa agar
mendapatkan nilai sebaik- baiknya pada pelajaran matematika,IPA,Bahasa inggris
dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk pelajaran seni,seperti seni lukis,seni
tari dan olahraga lebih cenderung di nomor duakan. Begitu pula dengan para
orang tua, jika anak nya rendah dalam matematika para orang tua berlomba- lomba
untuk memberikan les tambahan di luar sekolah atau di lembaga bimbingan belajar
bonafit dengan harapan anaknya bisa lebih unggul untuk mendapatkan nilai
terbaik dalam pelajaran matematika. Namun, jika sang anak rendah dalam
pelajaran seni tari para orang tua tidak mau ambil pusing dengan hal itu karena
mereka menilai pelajaran seni tari tidak penting dibandingkan dengan pelajaran
eksak. Hal tersebut sangat tidak relevan bahkan dapat mematikan kreatifitas
pada diri anak.
Bila
kita lihat, banyak orang berbakat dalam dunia music atau pun dalam dunia lukis.
Namun, pihak sekolah tidak mendukung bakat tersebut. Sang anak terforsir untuk
mempelajari ilmu eksak karena tuntutan nilai yang di tragetkan pihak sekolah
untuk dapat dipenuhi oleh para siswa. Mau tidak mau siswa tersebut lebih focus
untuk mempelajari ilmu eksak dibanding mengexplorekemampuannya dalam bidang seni.
Kurikulum
pendidikan di Indonesia tidaklah salah,hanya saja cara menerapkan kurikulumnya
yang belum tepat. Pemerintah seharusnya memberi wadah untuk para siswa agar
dapat mengembangkan kreatifitasnya. Pendidikan tidak lah harus dititikberatkan
pada ilmu eksak, namun berilah ruang untuk dapat meng-exploreskillyang dimiliki oleh para siswa. Di
sekolah,pelajaran seni dan olahraga rata- rata hanya di beri waktu 2 jam untuk
setiap minggunya. Porsi pembagian waktu pembelajaran tersebut tidak lah
seimbang dengan jam yang diberikan untuk pelajaran akademik. Siswa tidak hanya
bisa berprestasi untuk bidang akademik saja, bahkan tidak sedikit siswa yang
lebih banyak menghasilkan prestasi di bidang seni. Orang yang lemah di akademik
tidak tentu orang tersebut bodoh, hanya saja mereka tidak merasa nyaman dengan
apa yang di pelajari. Jika kita lihat Thomas Alfa Edison,beliau tidak menyukai
sistem pembelajaran di sekolah. Dia keluar dari bangku sekolah,dia menemukan
cara sendiri untuk membuat dirinya nyaman dengan apa yang di lakukan dan
bagaimana dia dapat membuat dirinya sukses dengan menemukan bola lampu yang
sangat bermanfaat bagi dunia.
Orang
sukses tidak hanya berasal dari seseorang yang unggul dalam bidang
akademik,tapi orang sukses adalah mereka yang bisa membuat dirinya nyaman
dengan apa yang di kerjakan nya. Tragis memang jika kita melihat seseorang
belajar sungguh- sungguh untuk mendapatkan nilai 10 dalam ujian matematika
dengan hati yang sangat terpaksa. Dalam hati mereka tidak menyukai
matematika,namun pihak sekolah mewajibkan agar para siswa dapat mencapai nilai
lebih dalam pelajaran matematika. Inilah salah satu factor yang dapat
menghambat kreatifitas para siswa. Sekolah seharusnya harus mempunyai tujuan
pendidikan, dengan capaian agar anak - anak didik dapat meningkatkan dan
mengoptimalkan potensi siswa sesuai dengan minat dan bakat yang di miliki.
Seperti hal nya sekolah SMP Kreatif iHAQi Boarding School Bandung. Boarding
School yang sekaligus di bina oleh Ustad Erick Yusuf ini, mengusung motto
sekolah Agamis, Universal dan Kreatif. SMP Kreatif iHAQi ini mengkombinasikan
antara kurikulum DIKNAS dengan kurikulum pesantren yang berbasis agama sehingga
siswa dapat menguasai ilmu pengetahuan umum yang berbasis teknologi juga dapat
memahami nilai-nilai agama utamanya mengaplikasinnya dengan kehidupan. Jadi,
tidak ada salahnya menerapkan kreatifitas dalam mengaplikasikannya dengan
kurikulum akademik.
Persaingan global di segala bidang kini
sedang melanda negara-negara di dunia. Bagi negara maju, mungkin adanya
persaingan global hanya menuntut mereka untuk menyesuaikan diri (beradaptasi)
dengan negara-negara yang lain. Tetapi bagi negara berkembang seperti Indonesia,
adanya persaingan global menuntut untuk meningkatkan segala sektor negara baik
politik, ekonomi, pendidikan maupun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Peningkatan semua sektor tentunya
dilaksanakan melalui pembangunan bangsa. Dalam upaya pembangunan bangsa,
tampaknya pengembangan sumber daya manusia adalah yang paling penting dan utama
jika dibandingkan dengan pengembangan sumber daya alam, meskipun antara
keduanya saling berkaitan dan tak terpisahkan. Oleh karena itu, pembangunan
manusia seutuhnya perlu diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan
pendekatan-pendekatan yang baik.
Pendidikan adalah sarana utama didalam upaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa pendidikan akan sulit
diperoleh hasil dari kualitas sumber daya manusia yang maksimal. Kebutuhan akan
pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri, bahkan semua itu
merupakan hak semua warga negara. Sebagaimana yang termaktub di dalam UUD’45
pasal 31 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa : “Tiap-tiap warga negara
berhak mendapat pengajaran”.
Dengan demikian pendidikan yang bermutu
bukanlah milik suatu kelompok atau perseorangan, akan tetapi pendidikan adalah
hak semua warga negara tanpa membedakan suku, agama, ataupun kasta. Menyikapi
hal itu adalah sesuatu yang wajar jika pemerintah melalui keputusan menteri
pendidikan nasional telah mencanangkan kewajiban belajar 9 tahun. Bahkan untuk
meminimalisir jumlah angka putus sekolah dan agar seluruh warga usia sekolah
berkesempatan untuk menikmati pendidikan. Pendidikan yang diusung secara
Universal pun, tercapai pada tujuan pendidikan di SMP Kreatif iHAQi Boarding
School Bandung. Boarding School yang dibina oleh Ustad Erick Yusuf ini, mempunyai
capaian umum dengan motto Agamis, Universal dan Kreatif "Dengan ilmu dan
akhlak sukses dunia akhirat". Universal yang dimaksud ialah agar anak-anak
didik memiliki ilmu pengetahuan secara universal baik ilmu agama maupun
pengetahuan umum. Untuk melihat profil SMP Kreatif iHAQi Boarding School
Bandung bisa kunjungi websitenya :
Perkembangan
sekolah-sekolah berbasis keagamaan baik di tanah air maupun di negara-negara maju akhir-akhir ini adalah fenomena yang menarik. Di berbagai kota di tanah air bermunculan dengan pesatnya sekolah berbasis keagamaan, baik itu Islam ataupun Nasrani (Kristen, Katholik, maupun Advent). Boleh dikata 80% sekolah-sekolah swasta yang baru
dibuka adalah sekolah berbasis keagamaan, baik itu di kompleks-kompleks perumahan mewah maupun di daerah-daerah. Sekolah-sekolah dengan label SDIT/SMPIT (Sekolah Dasar/Menengah Islam Terpadu)
marak didirikan dimana-mana. Sekolah-sekolah berbasis agama Nasrani juga tidak
kurang gencarnya dibuka dimana-mana. Saat ini hampir di semua kompleks
perumahan atau properti besar berdiri sekolah-sekolah Nasrani. TPA-TPA (Taman
Pengajian AlQur’an) dan Sekolah-sekolah Minggu semakin marak. Bahkan
sekolah-sekolah negeri dan swasta umum juga mulai menekankan pentingnya peran
agama dalam kurikulum mereka. Beberapa sekolah umum mengganti pakaian
seragamnya dengan pakaian seragam yang bernuansa agamis seperti rok panjang dan
jilbab bagi para siswinya. Di negara-negara maju pun (Australia, Inggris, USA)
sekolah berbasis keagamaan tumbuh subur dan semakin banyak peminatnya. Ada apa
yang terjadi dengan semua ini? Darimana tumbuhnya kesadaran keagamaan macam
ini? Apa peran penting sekolah-sekolah berbasis keagamaan ini di masa depan?
Sebagian orang tua yang sangat cemas dengan dampak modernisasi kemudian memilih
untuk ‘mensterilkan’ anak-anak mereka dari pengaruh kehidupan masa kini, dengan
memasukkan anak-anak mereka di pondok-pondok pesantren, seminari atau
biara-biara tradisional dengan pola pengajaran dan lingkungan yang jauh dari
pengaruh modernisasi. Mereka berpikir bahwa hal tersebut dapat menyelamatkan
anak-anak mereka dari pengaruh kehidupan luar yang dianggap sudah tidak bisa
ditolerir tersebut. Tak sedikit orang tua dari kalangan menengah yang melakukan
hal ini dengan harapan bahwa hal ini akan dapat menyelamatkan anak-anak mereka
dari etika moral zaman sekarang. Pesantren-pesantren
tradisional maupun yang berlabel modern menjadi laku keras. Tapi usaha ini
menghadapi problema serius, yaitu teralienasinya anak-anak mereka dari
kehidupan modern selepas mereka dari pendidikan tradisional tersebut. Lulusan sekolah-sekolah keagamaan tradisional ini pada umumnya menjadi gagap dan tak mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan
modern. Mereka tersingkir dari kehidupan dunia dan kesulitan untuk
berkontribusi secara aktif dalam kehidupan modern karena mereka memang tidak
dipersiapkan untuk itu. Sebagian besar dari mereka memilih untuk hidup dengan
cara hidup tradisional sebagaimana mereka diajarkan dan menyingkir dari
kehidupan modern. Sebagian dari mereka yang hidup di kota-kota besar kemudian
menyerah dan larut pada kehidupan modern dengan segala eksesnya. Sebagian kecil
kemudian menjadi ekstrim dan memilih untuk ‘memusuhi’ modernitas yang selama
ini dipersepsikan sebagai ‘induk’ dari semua kejahatan. Mereka menyalahkan
modernitas sebagai penyebab dari ini semua dan sebagai konsekuensinya menolak
modernitas dan berpaling pada konservatisme dan radikalisme.
Jangan
pandang enteng pengaruhnya. Trauma psikologis yang diakibatkan oleh
pertentangan ini bisa mengakibatkan efek samping yang fatal. Seperti yang kita
lihat pada begitu banyaknya peristiwa teror pemboman dimana-mana, krisis
identitas dapat mengubah pemuda-pemudi yang taat pada agamanya menjadi teroris.
Mereka akan melihat gempuran paham materialisme tersebut begitu mengancam sisi
lain dari kehidupan mereka sebagai seorang agamawan yang taat dan merasa perlu
untuk beralih secara radikal menjadi seorang ‘martyr’ atau ‘syuhada’ untuk
mempertahankan paham keagamaan mereka. Realita inilah yang membuat para orang tua berpikir untuk membuat alternatif lain sebagai ganti dari sekolah-sekolah keagamaan tradisional
tersebut. Mereka sadar bahwa meski pendidikan dan kultur agama sangat
diperlukan bagi masa depan anak-anak tapi modernitas juga mesti diakomodir agar anak-anak mereka juga dapat menjadi pemenang dalam kehidupan dunia. Sekolah haruslah mampu memberikan bekal dasar-dasar keagamaan yang cukup untuk menghadapi materialisme dan sekaligus
mampu membuat anak-anak mereka tampil cakap di dunia modern.
Kesadaran
inilah yang kemudian menumbuh suburkan sekolah-sekolah berbasis keagamaan yang mengusung ilmu pengetahuan dan teknologi modern dalam
kurikulum mereka sebagai upaya untuk memenangi kehidupan dunia. Seperti
hal nya sekolah yang akan kami bahas, ialah SMP KREATIF iHAQi Boarding School
Bandung. SMP KREATIF iHAQi Boarding School ini merupakan sekolah yang berbasis
Agamis, Universal dan Kreatif "Dengan ilmu dan akhlak sukses dunia
akhirat." Tujuan dari pendidikan nya itu sendiri ialah agar siswa/siswi
memahami ajaran Islam secara kaffah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW,
Memiliki ilmu pengetahuan secara universal baik ilmu agama maupun pengetahuan
umum dan kemudian dapat meningkatkan dan mengoptimalkan potensi siswa sesuai
dengan minat dan bakat yang dimiliki. SMP Kreatif iHAQi ini dibina oleh Ustad
Erick Yusuf. Nah, untuk netizen, Ayah dan Bunda yang ingin menyekolahkan
anaknya di Boarding School, daftar segera yuk di sekolah SMP Kreatif iHAQi ini,
untuk melihat profil lengkapnya bisa kunjungi websitenya:
Assalamualaikum sahabat Info Islami, kali ini kami akan membahas mengenai Boarding School. Boarding school terdiri dari dua kata yaitu boarding dan
school. Boarding berarti asrama. Dan school berarti sekolah. Boarding School adalah
sistem sekolah berasrama, dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola
sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun
waktu tertentubiasanya satu semester diselingi
dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya.
Boarding school atau sekolah berasrama. Para murid
mengikuti pendidikan reguler dari pagi hingga siang di sekolah kemudian
dilanjutkan dengan pendidikan agama atau pendidikan nilai-nilai khusus di malam
hari. Selama 24 jam anak didik berada di bawah pendidikan dan pengawasan para
guru pembimbing. Boarding school adalah lembaga pendidikan di
mana para siswa tidak hanya belajar tetapi juga bertempat tinggal dan hidup
menyatu dengan di lembaga tersebut. Boarding School mengkombinasikan tempat di rumah, dipindah
ke institusi sekolah, di mana di sekolah tersebut disediakan berbagai
fasilitas tempat tinggal; ruang tidur, ruang tamu, ruang belajar dan tempat
olah raga, perpustakaan, kesenian.
Maksud disini mendefinisikan bahwa boarding school adalah sekolah
yang memiliki asrama, di mana para siswa hidup; belajar secara total di
lingkungan sekolah. Karena itu segala jenis kebutuhan hidup dan kebutuhan
belajar disediakan oleh sekolah .Mengapa boarding
school ?? Jawabnya adalah karena kelebihan model sekolah ini. Adapun
kelebihannya yaitu: kelas lebih kecil, semua siswa dapat berpartisipasi dalam
program belajar, mutu akademik dan skill menjadi prioritas boarding school,
dapat memanfaatkan secara optimal sumber-sumber belajar, dan dapat berkomunikasi
langsung dengan pembimbing.
Boarding School bukan
sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia. Karena sudah sejak
lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menghadirkan konsep pendidikan boarding
school yang mengadopsi
“Pondok Pesantren”.
Boarding school yang pola pendidikannya lebih komprehensif-holistik
lebih memungkinkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ideal untuk
melahirkan orang-orang yang akan dapat membawa gerbong dan motor pergerakan
kehidupan social, politik, ekonomi dan agama.
Kehadiran boarding school
(pesantren) menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab sekolah ini
didirikan dengan tujuan mengadakan transformasi sosial bagi masyarakat sekitar.
Dari banyak sekolah-sekolah
boarding di Indonesia, terdapat 3 corak yaitu bercorak agama,
nasionalis-religius, dan ada yang nasionalis. Untuk yang bercorak agama terbagi
dalam banyak corak ada yang fundamentalis, moderat sampai yang agak liberal.
Kehadiran boarding school telah
memberikan alternative pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan
anaknya. Seiring dengan pesatnya modernitas, dimana orang tua tidak hanya Suami
yang bekerja tapi juga istri bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan
baik maka boarding school adalah tempat terbaik untuk menitipkan
anak-anak mereka, baik makannya, kesehatannya, keamanannya, sosialnya, dan yang
paling penting adalah pendidikanya yang sempurna.
Nah, kami mempunyai referensi untuk Ayah dan Bunda memasukkan buah hati Anda ke SMP Kreatif iHAQi, Sekolah Berasrama yang mengusung tema Agamis, Universal, dan Kreatif dengan ilmu dan akhlak sukses dunia akhirat. Sekolah ini dibina Oleh Ustadz Erick Yusuf sekaligus beliau adalah sebagai Pemrakarsa Yayasan iHAQi Bandung. Di sebuah Pondok Pesantren, sudah biasa terdengar dengan ajaran agama, ilmu agama merupakan dasar atau wadah bagi semua ilmu terapan. Ilmu-ilmu terapan akan semakin tajam dan bermanfaat dengan didasari pemahaman ilmu agama. Disini SMP Kreatif iHAQi Boarding School akan memberikan dasar agama sebagai wadah yang akan membentuk karakter kepribadian yang shaleh dan shalehah, dengan tetap mengembangkan ilmu pengetahuan, science dan ilmu teknologi. Dengan didasari hal tersebut, maka hal ini akan menjadi jawaban sebagai tantangan masa depan agar menuju menjadi manusia-manusia yang bermanfaat. Sebagaimana dalam Hadist, "Khairu naasi anfa'uhum lin naas" yang artinya "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Itulah yang menjadi pedoman dalam setiap pengembangan karakter dan kepribadian di sekolah iHAQi Boarding School.
Kurikulum dan Sistem Pembelajaran dari SMP Kreatif iHAQi ini, mengkombinasikan antara kurikulum DIKNAS dengan kurikulum pesantren yang berbasis agama sehingga siswa dapat menguasai ilmu pengetahuan umum yang berbasis teknologi, juga dapat memahami nilai-nilai agama utamanya mengaplikasikannya dalam kehidupan. Dengan demikian setelah lulus dari SMP Kreatif iHAQi siswa diharapkan dapat bersaing pada tataran nasional maupun global.
Kurikulum SMP Kreatif iHAQi disampaikan oleh para pengajar yang profesional dan memiliki kompetensi tinggi dengan kualifikasi pendidikan Strata 2 (S2). Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan sehingga siswa dapat menyerap materi dengan mudah juga disampaikan dengan media berbasis teknologi. Hal ini diadopsi dari sebuah metode pembelajaran terbaik di dunia yang lebih teruji dan telah melahirkan para kaum profesional yang sudah diakui di dunia yaitu Finlandia.
Nah, Jika Ayah dan Bunda tertarik untuk mendaftarakan buah hati nya di Boarding School. Disinilah tempatnya^.^ Hubungi Informasi:
Bandung : 08112245857
Jakarta : 08112245859
Jl. Bukit Raya Atas No. 575 RT 02/ RW 10
Punclut, Ciumbuleuit, Cidadap, Bandung 40142
Call Center : 08112245858